Mine Not Yours

11657496_833667870052197_1949635031_n

Saengil Chukkae hamnida, Saengil chukkae hamnida, Saranghae Hyuk-ah, Saengil chukkae Hamnida…
Wuuuu, Saengil Chukkae magnae Vixx yang sekarang udah menjelma jadi laki2 menggoda buat para cewek2 diluar sana.. hihi.. Semoga makin sukses karir di Vixx, sukses film terbarunya dan BERHENTI TUMBUH Hyuk-ah.. kau sudah menyalip hyung2mu –“, aigoo…
Sama seperti ultah member Vixx lainnya, kali ini author mau share FF buat ngerayain ultah HYUK, Si Magne penggoda XD…
*Cover FF yang kece ini dipersembahkan oleh Ravienne Artwork..
oke cus langsung ajah, jangan lupa Coment kritik saran atau apalah terserah kalian, oke oke?
Happy reading!! Hope u like it!!

NB: dianjurkan bagi yang berpuasa untuk dibaca sesudah berbuka puasa atau pada malam hari^^


Author : LeoVivin

Title    : Mine Not Yours

Genre  : NC 19, Kekerasan, Romance

Cast     :

  • Han SangHyuk VIXX
  • Kim Seolhyun AOA
  • Ravi VIXX

Ciuman ini panas, basah dan menggairahkan. Decakan keduanya memenuhi ruang kantor Ravi yang sempit dan full privacy. Entah sampai kapan Ravi bisa puas melumat dan mengigit bibir Seolhyun yang sudah memerah. Dengan terpaksa Ravi menghentikan ciuman panas mereka karena kekurangan pasokan oksigen. Tampak keduanya terengah engah, antara kehabisan nafas dan diburu nafsu berbeda tipis sekali. 10 menit cukupkah bagi mereka memadu cinta dengan ciuman ganas? Sepertinya tidak. Tak puas hanya berciuman Ravi menginginkan daerah yang lebih menantang. Kali ini Ravi berpindah tempat jajahan, yaitu paha Seolhyun yang hanya terbungkus rok sepan hitam di atas dengkul. Sangat mudah bagi Ravi untuk masuk kedalam rok tersebut dan meraba pangkal paha Seolhyun. Tak berhenti disitu, tangan yang lain menyusuri dada Seolhyun yang tertutup kemeja putih. Bukan waktunya untuk bermain lambat. Tangan Ravi terampil membuka kancing kemeja Seolhyun tanpa harus menelitinya. Ravi lebih suka meneliti mata cokelat Seolhyun yang terbakar nafsu cinta Ravi. Empat kancing terbuka dirasa cukup untuk menyingkirkan kemeja biru yang Seolhyun kenakan ketat di tubuhnya. Ravi tidak suka menunggu, dikeluarkan buah dada Seolhyun dari dalam tangkup cup bra hitam. Anugerah Tuhan yang terpaut sempurna di tubuh Seolhyun terpampang leluasa, buah dada yang ranum itu masih saja menggoda walau Ravi sudah menjamahnya setiap hari. Sekilas Ravi mengulurkan lidah, seolah menjilat buah dada itu dari kejauhan. Tapi Ravi tidak bisa langsung bermain disana, dia harus beramin adil. Dilirik bahu Seolhyun menganggur, sepertinya Ravi bisa memulai dari bagian itu. Dijajal lidah Ravi disana. Memulai permainan di bahu dengan hembuskan nafas berat khas Ravi, Seolhyun suka dengan nafas berat itu. Membantunya untuk mengeluarkan cairan nafsu dibawah. Basah dan dingin saat Ravi menyapu bahu Seolhyun dengan lidahnya. Menyeret dan menggelikan, ah sensasi yang menyenangkan. Sementara itu dibawah sana tangan Ravi bergerilya bebas.

“Ravi-ya” erang Seolhyun lemah saat Ravi mulai menggigiti kulit Seolhyun. Terlalu fokus dengan bahu Seolhyun membuat Ravi lupa dengan leher gadis pujaannya yang tidak terjamah sejak awal permainan mereka. Gerakan Ravi berpindah ke atas. Leher ini sangat menggoda dan rugi jika tidak Ravi cumbu. Dimulailah kegiatan itu, mencium, menjilat dan mengigit gemas. “Ahhh” Seolhyun meremas kuat kemeja Ravi yang basah dengan keringat. Puas dengan leher dan bahu Ravi turun ke buah dada yang ia tinggalkan.

Kajja Baby” suara seksi Ravi merangsang Seolhyun untuk terus mendesah dan meningkatkan nafsu lawan mainnya. Ravi memang tidak salah pilih, gundukan ini sangat mengiurkan dan nikmat. Seperti anak kecil yang menemukan puting susu ibunya, sekuat mungkin Ravi menyesap gundukan kenyal milik Seolhyun. Memuaskan hasrat yang memburu sedari tadi. Dibawah sana, Ravi sudah berhasil masuk dan membuka sarang berharga Seolhyun. Wanita Ravi ini tak bisa berbuat apa-apa selain membuka mulut mengeluarkan erangan dan desahan lembut. “Its show time baby” Ravi mengedip nakal. Selain mata cokelatnya, Ravi juga suka menikmati tubuh Seolhyun yang basah dan terlentang pasrah seperti ini. Permainan ini harus segera masuk ke dalam permainan inti. Ravi segara membuka resleting celana dalam hitungan permili sekon. Sayang sebelum Ravi melancarkan aksinya, suara ponsel Seolhyun berdering. Samar Seolhyun melirik ke layar ponsel dan tertera nama Hyuk disana.

“Hyuk-ah” Seolhyun terperanjat bangun.

Wae?” Ravi tidak suka berhenti di tengah permainan.

“Ravi-ya aku harus pergi”

Mwo? Seolhyun kita belum…”

Arasso, kita bisa melakukan di lain waktu. Selalu ada waktu untukmu” cepat Seolhyun membenarkan baju, tatanan rambut, sepatu dan tas.

“Kau yakin pergi sebelum kita melakukan permainan inti hari ini?”

Ne, ini demi kebaikan kita, aku mencintaimu” dicium sekilas bibir Ravi yang tipis. Lambaian tangan Seolhyun menjadi pertanda pertemuan mereka hari ini selesai.

*****

20 miscall, 40 pesan, dan 70 chat dari Hyuk yang semuanya menanyakan keberadaan Seolhyun. Tak seharusnya Seolhyun berbuat demikian. Keadaan yang membuatnya lupa waktu dan mengacuhkan sang calon suami. Siapa yang tidak mengenal calon suami Seolhyun, Han Sanghyuk. Pemilik dari H Enterpries, sebuah perusahaan ternama di Seoul yang bekerja dibidang penjualan brand mobil ternama. Seolhyun sangat beruntung bisa mendapatkannya. Di dalam lift Seolhyun menyempatkan diri merapikan kembali meja, rok serta tatanan rambut. Jangan sampai Hyuk tahu dia habis bercinta dengan laki-laki lain. Sang resepsionist menyambut Seolhyun dengan senyum ramah, cukup senyuman tipis sebagai balasan dari Seolhyun. Kantor Hyuk terletak di ujung lorong. Seolhyun menarik nafas panjang dan berat sebelum memasuki ruang keramat ini.

Hyuk terlihat membelakangi meja panjang yang terbuat dari kaca. Dia menatap lurus ke depan dengan tangan yang di dekap erat ke depan. Hentak sepatu Seolhyun menggema di ruangan mewah ini. Hyuk tahu Seolhyun datang tapi sengaja ia tak menyambut kedatangannya. Dalam keadaan seperti ini Seolhyun tidak berani menyapa Hyuk. Dia tahu Hyuk marah besar padanya. Dia pasti kecewa Seolhyun melupakan janji makan siang mereka. Hampir 3 menit berdiri keadaan tetap sama, hening tanpa pembicaraan apapun.

“Hyuk-ah” Seolhyun memberanikan diri menyapa walau jari jemarinya saling mencari pautan.

“Darimana saja kau?” tanya Hyuk dingin.

“Aku ada meeting

“Sepenting apa meetingmu sehingga mengabaikan semua telfon, pesan dan chatku?” Hyuk membalikkan badan memamerkan wajah marahnya pada Seolhyun.

Rahang yang tegas, bibir merah menggoda, badan tegap dan gagah. Semua wanita memuja Hyuk tapi tidak dengan Seolhyun.

Mianhae” Seolhyun tertunduk bersalah.

“Kau….” derap sepatu Hyuk terdengar pasti dan penuh kewibawaan. Jas abu-abu membuat aura manlynya menguat. “Seolhyun, berapa kali aku katakan padamu untuk mementingkanku terlebih dahulu, pekerjaanmu tidak penting, jika kau resmi menjadi nyonya Han, kau akan memiliki semua kekayaanku, kau tidak perlu bekerja lagi, apa kau mengerti?” diangkat dagu Seolhyun. Dipaksa menatap wajah sempurna Hyuk.

Ne” jawab Seolhyun singkat.

Plak! Hyuk menampar Seolhyun keras. Darah segar menetes dari ujung bibir Seolhyun, dia meringis kesakitan. “Itu hukuman untukmu karena sudah membuatku marah kali ini” tidak ada keberanian bagi Seolhyun melawan. “Kau tahu berapa lama aku menunggumu, hah?” tanpa segan Hyuk menjambak rambut Seolhyun.

“Hyuk-ah andwae” Seolhyun memohon hampir menangis.

“Sudah berapa kali kukatakan padamu aku tidak suka kau acuhkan dan dijadikan nomer dua, apa telingamu tuli? Hah” Hyuk menghempaskan Seolhyun hingga jatuh tersungkur dan membentur ujung sofa. Darah segar kedua keluar dari pelipisnya.

“Hyuk-ah, mianhae” isak Seolhyun.

“Kau ingin aku maafkan?” Seolhyun mengangguk lemah. Dihampiri Seolhyun yang terduduk di bawah dengan kaki yang terlipat. Hyuk membantunya untuk bangun. Dalam hitungan detik, Hyuk mempertemukan bibir mereka. Memaksa Seolhyun untuk melakukan ciuman panas, tapi Seolhyun menolak. Ia menutup rapat bibirnya, tidak mengizinkan Hyuk bertindak lebih jauh. Tapi Hyuk panjang akal, cukup dengan mengigit bibir bawah Seolhyun, gadis ini langusng membuka mulut. Saat itulah kesempatan Hyuk memasukkan lidah. Mengajak lidah Seolhyun beradu. Tidak ada pilihan lain bagi Seolhyun selain meladeni permainan Hyuk atau dia akan berakhir dengan siksaan yang lebih parah. Padahal dia masih lelah setelah bermain cepat dengan Ravi. Hyuk marah, sangat marah. Ia lampiaskan dengan nafsu yang memburu. Lumatan Hyuk penuh dengan emosi, bukan dengan kasih sayang, Seolhyun dapat merasakan perbedaannya. Puas dengan bibir Seolhyun, Hyuk beralih pada leher Seolhyun yang tertutup oleh helaian rambut. Sekali tepis Hyuk bisa menemukan leher jenjang yang menggoda. Diserang begitu saja tanpa ampun. Badan Seolhyun bergetar, tidak ada tempat ia berpegangan. Terpaksa ia mengalungkan tangan pada leher Hyuk. Sikap Seolhyun ini sama saja meminta Hyuk untuk melakukan lebih jauh dan lebih dalam.

Permainan kasar Hyuk berlanjut. Jika Ravi membuka satu persatu kancing kemeja Seolhyun, sedangkan Hyuk langsung menarik kemeja itu kasar hingga robek.

“Hyuk-ah” pekik Seolhyun kaget. Tidak pernah Hyuk seperti ini padanya.

“Kau milikku, apa kau mengerti?” Seolhyun mengerang karena Hyuk langsung menyerang buah dadanya tanpa ada pemanasan terlebih dahulu.

“Ah, an…dwaee” seru Seolhyun terbata-bata di tengah suhu tubuhnya yang mulai memanas.

“Diam kau” dengan kasar Hyuk mendorong tubuh Seolhyun jatuh ke sofa. Disana Seolhyun tidak menjerit dan menghindar dari Hyuk, tapi membiarkan laki-laki ini menciumi setiap lekuk badannya. Tidak lama Hyuk berhasil membuka celana pada daerah intimnya. “Jackpot baby” seringai Hyuk bahagia. Seolhyun membusungkan dada saat Hyuk meniupkan nafas hangat di sana. Ia sudah hilang kendali. “Its show time!!” Seolhyun benci ini tapi dia tak bisa menolak. Ini adalah jalan yang dia pilih.

Penuh, sesak dan panas saat Hyuk memasuki gua sanggama milik Seolhyun. Syukurlah tadi milik Ravi belum sempat memasukinya. Seolhyun tak dapat menggerakan kaki karena Hyuk menindihnya keras. Masih dengan jas lengkap Hyuk memulai pekerjaannya. Ditumpahkan semua amarah yang ia rasakan pada setiap sodokan. Sakit tapi Seolhyun menikmati, dia mengerang tak henti, bahkan semakin intensif saat sodokan itu dipercepat temponya. Tidak lama kemudian, keduanya menuju puncak kenikmatan. Disini Hyuk yang merasa lebih puas karena sudah menghukum tunangannya dengan kepuasan yang kejam.

“Ayo kita pergi ke arena Flying fox, bukankah kemarin kau ingin kesana?” ajak Hyuk ringan dengan nafas yang memburu.

Ye?” masih dalam keadaan linglung Seolhyun tak dapat menangkap pasti kata-kata Hyuk.

“Sebelumnya kita harus membeli baju untukmu”

*****

Arena Flying Fox di gunung Sobaeksan tampak sangat istimewa dan memukau. Di saat musim semi seperti saat ini pegunungan terlihat hijau dan indah karena dihiasi dengan warna warni dari bunga liar yang tumbuh subur. Seolhyun melonjak gembira mendapati pemandangan yang sangat luar biasa itu.

“Hyuk-ah ini amazing, gomawo” Seolhyun melonjak kegirangan.

Seolhyun sangat bersemangat flying fox kali ini. Sudah lama ia mengidamkan melakukan olahraga outbond yang menantang adrenalin. Tali pengaman sudah terpasang, sang instruktur mengecek sekali lagi untuk memastikan pengikat keselamatan terpasang sempurna dan kuat. Tidak lupa sang instruktur memberikan pengarahan singkat. Seolhyun mengangguk mengerti dan instruktur mengakhiri pengarahannya dengan acungan jempol pada petugas dibawah yang siap menunggu Seolhyun. Sebelum memulai aksi Seolhyun menyempatkan diri melambaikan tangan pada Hyuk yang terlihat kecil dari atas pegunungan. Hanya senyum tipis yang Hyuk berikan. Diedarkan pandangan Seolhyun ke sekitar yang sebagian besar masih tertutup embun. Ini akan menjadi perjalanan Flying fox yang menyenangkan, menembus embun lalu disambut hamparan rerumputan hijau dan bunga-bunga kecil yang berwarna. Membayangkannya saja Seolhyun sudah bahagia.

Oke ready, 1 2 3 ” teriak instruktur keras.

“Woooo” Seolhyun berteriak keras saat tubuhnya meluncur dengan kencang. Menembus embun ternyata tidak nyaman, basah dan dingin. Tapi semua terbayarkan saat hamparan surgawi dunia terpampang jelas. Seolhyun takjum dan kagum melihatnya. Hyuk semakin jelas terlihat, dia berdiri mendekap tangan dengan tenang, menatap kebahagian Seolhyun.

*****

Hyuk menatap Seolhyun tajam, mengikuti pergerakan gadis ini detail. Jarak Seolhyun semakin mendekat sekitar 5 meter. Disana Seolhyun kembali melambaikan tangan pada Hyuk, memamerkan senyum kebahagian. Hyuk tidak membalas, ia malah menyeringai kejam.

“10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1” Hyuk menghitung mundur. Tepat di hitungan ke 1 tali sling yang mengikat Seolhyun tiba-tiba putus menyebabkan gadis ini terjatuh dari ketinggian sekitar 50kaki. Teriakan Seolhyun memenuhi telinga Hyuk, Tidak ada kesedihan, Hyuk bahagia mendengarnya. Dibawah sana, jurang dalam dan tidak bisa dijamah oleh siapapun, tamat sudah riwayat Seolhyun. “Lambaian tangan tadi menjadi lambaian terakhirmu, sudah kukatakan kau milikku bukan miliknya, tapi kau tetap saja memilihnya” Hyuk mengulang seringai mengerikannya. Dia memberikan kode pada pekerja Flying Fox bahwa tugas mereka selesai. Hyuk mengeluarkan amplop putih sebagai upah mereka yang bersedia melancarkan pembunuhan Seolhyun.

Sebelum pergi Hyuk menatap kembali tempat Seolhyun terjatuh seraya berkata “Itu balasan yang tepat bagi wanita yang mengkhianatiku. Aku benci bau laki-laki itu ditubuhmu, tapi kenapa kau terus mengulang dan membubuhkannya di badanmu? Gadis jalang” hubungan terlarang Ravi dan Seolhyun sebenarnya sudah Hyuk ketahui lama sejak bulan pertama mereka bertunangan. Seolhyunpun menerima pinangan Hyuk hanya untuk melancarkan bisnis saham Seolhyun dan Ravi yang hampir bangkrut. Berkat popularitas Hyuk bisnis itu bangkit dan berkembang. Sayang sekali, permainan licik mereka tercium oleh Hyuk. “Semoga kau bahagia di neraka Seolhyun, terima kasih sudah mengizinkanku merasakan milikmu” Hyuk membalikkan badan dan pergi tanpa terbersit rasa bersalah sedikitpun. Satu nyawa sudah lenyap ditangannya, akan ada nyawa selanjutnya yang menyusul Seolhyun, yaitu Ravi. Nama itu akan masuk dalam catatan hitam Hyuk.
The End…

Iklan