Stupid Liar part 2

wpid-stupid-liar-poster-by-noranitas-jpg

Hai hai Part 2 FF Stupid liar rilis nih.. Happy reading guys^^, dont be a silent readers yah, kekeke~~
*cover by noranitas artwork

part 1


Author             : Vixme

Title                : Stupid Liar part 2

Genre              : Family, Romance, Sedikit Berbau Yaoi (?)

Cast                 :

  • Park Moonbyul (Mamamoo)
  • Ken (VIXX)
  • Leo (VIXX)
  • O/ Do Kyungsoo (EXO)
  • Ravi (VIXX)
  • Lee Hongbin (VIXX)
  • Cast bisa bertambah seiring FF berjalan..

~Summary ~

Bukankah hebat bertemu dengan seseorang yang telah diproklamirkan sebagai musuh abadi muncul di tempat kerja dan membuat kekacauan hingga kau dipecat.


Ken menghela nafas  mencoba mengatur detak jantungnya agar dapat kembali berdetak normal. Bagaimanapun jika seseorang menimbun bangkai dengan serapi mungkin, pada akhirnya bangkai itu pasti akan tercium sangat menyengat bukan??

“Hahaha apa kau sedang membuat lelucon hyung.. mana mungkin aku seorang Gay?” Ken mulai berakting.

“Benarkah?? Apa perlu ku panggilkan Do Kyungsoo itu kemari?” Leo memamerkan ponselnya dan hendak menekan tombol panggil pada kontak Kyungsoo. Ken membelalakkan matanya lebar-lebar,dari mana Leo bisa mendapatkan nomor ponsel Kyungsoo, lalu bagaimana bisa Leo mengetahui semua ini, batin Ken.

“Do Kyungsoo?? Nugu??” tanya Ken masih tak ingin mengaku.

“Baiklah akan ku hubungi pria cantik bermata indah ini, agar dia bisa mendongeng atas hubungan kalian padaku” Ken menggigit bibir bawahnya dan wajahnya mulai memucat.

“Masih mau menyangkal??” tanya Leo dengan nada meremehkan.

“Apa kau sudah selesai bicara hyung?? Apa salahnya jika aku seorang Gay? Jika itu aib bagimu, kau boleh membunuhku. Tak ada gunanya jugakan kau punya adik menjijikkan sepertiku” jawab Ken, rahangnya mulai mengeras, jari-jarinya mengepal kuat.

*****

“Hey anak baru, kau layani pegunjung yang baru saja datang itu” perintah Hyomin pada Moonbyul. Senyum mulai mengembang di wajah cantiknya.Inilah tugas pertamanya sebagai pelayan.

“Eh tunggu.. bukankah itu.. DO KYUNGSOO???” batin Moonbyul ketika mendapati musuh bebuyutannya semasa sekolah menengah atas. Kenapa dia orang paling menyebalkan di kehidupan Moonbyul yang muncul di tempat kerjanya. Ayolah, ini bukan lelucon tidak mungkinkan Moonbyul muncul di hadapan Do Kyungsoo dengan keadaannya sebagai pelayan restoran. Tidak bisakah bocah permen lemon itu pergi dari tempat ini agar Moonbyul bisa bernafas lega tanpa harus berhadapan dengannya.

“Kenapa masih diam disini, cepatlah kesana!” perintah Hyomin lagi.

Sunbae-nim apa tidak bisa jika kau saja yang melayani pelanggan itu” tawar Moonbyul dengan wajah mengibah pada Hyomin.

“Berani-beraninya kau menyuruh sunbae mu, ingat kau anak baru disini, dan lagipula aku menyuruhmu lalu kenapa kau balik menyuruhku?”omel Hyomin.

Mianhae sunbae-nim” Moonbyul menelan salivanya, menarik nafas dalam-dalam, menata setiap mentalnya sebelum menghadapi Do Kyungsoo si musuh abadi.

“Ini daftar menunya Tu,,an” sungguh berat lihat Moonbyul saat memanggil Kyungsoo dengan sebutan Tuan. Beruntung Kyungsoo tak menggubris keberadaan pelayan yang tidak lain tidak bukan adalah Moonbyul. Cukup lama Kyungsoo menentukan menu pilihannya, dan itu membuat Moonbyul begitu kesal.

“Baiklah aku pesan menu ini” Kyungsoo mengedarkan pandangannya kearah pelayan yang sedari tadi berdiri tepat di samping kanannya namun sedikit membelakangi. Dan… Tada… mata mereka bertemu satu sama lain.

“Park Moonbyul??” Kyungsoo tak percaya pada penglihatannya kali ini, Kyungsoo mengerjap-ngerjapkan kedua bola mata angel–nya.

“Oh.. hai Do Kyungsoo” sapa Moonbyul sinis. Dia benci melihat mata angel itu, hidung itu, bibir itu, dan seluruh yang ada pada tubuh Do Kyungsoo. Ingin rasanya Moonbyul menendang jauh – jauh musuh abadinya dari tempat ini segera.

“Wow.. apa yang terjadi pada tuan putri dari grup Park?? Jadi benar rumor yang selama ini beredar, Park Moonbyul kabur dari rumah karena tidak mau dijodohkan dan bersembunyi di kota ini sebagai pelayan restoran, lucu sekali” Kyungsoo terseyuman penuh kemenangan telah menghina Moonbyul di tempat umum. Ini adalah kesempatan emas bagi Kyungsoo.

“Sabar Moonbyul, jangan dengarkan mulut busuknya, suatu saat nanti kau pasti bisa membalasnya” batin Moonbyul mencoba sabar.

“Apa hanya ini yang kau pesan?”

“Oh ayolah jangan buru-buru Park Moonbyul, bukankah kita sudah lama tidak bertemu. Apa kau tak merindukanku?” goda Kyungsoo.

“Cih, merindukanmu?? Yang benar saja!! Kau adalah satu-satunya manusia yang ingin ku musnahkan” gerutu Moonbyul dalam hati.

“Baiklah sepertinya memang hanya itu yang kau pesan” Moonbyul berjalan meninggalkan meja Kyungsoo dan menuju dapur.

Tak lama menu yang pesan oleh Kyungsoo pun datang juga, hati Kyungsoo semakin bahagia karena yang mengantarkan pesanannya adalah Moonbyul sendiri. Sepertinya Kyungsoo merencanakan sesuatu untuk mengerjai Moonbyul pagi ini.

“Hey, apa yang seharusnya pelayan katakan saat menghidangkan makanan, aku tak mendengarnya, apa kau tiba-tiba bisu Park Moonbyul” goda Moonbyul sambil tersenyum evil. Moonbyul melempar Deathglare pada Kyungsoo, seakan ingin segera membunuhnya saat itu juga. Tapi Moonbyul ingat jika hari ini adalah hari pertamanya bekerja dan tak selayaknya dia mengacaukan hari pertama kerja hanya karena seorang Do Kyungsoo.

“Silakan menikmati tuan” ucap Moonbyul menghela nafas pasrah.Terlihat Kyungsoo mengeluarkan handphonenya.

“Park Moonbyul senyum…” Kyungsoo dengan sengaja mengambil foto Moonbyul yang memakai pakaian khas pelayan. Kyungsoo cekikikkan sedangkan Moonbyul menahan malu.

Ini tidak bisa dibiarkan, jika Kyungsoo memiliki foto dirinya saat mengenakan pakaian pelayan, bagaimana imagenya sebagai putri bungsu grup Park. Jika foto itu sampai tersebar itu artinya tidak sulit bagi orang-orang suruhan tuan Park untuk menjemput Moonbyul di kota ini. Dan terlebih lagi bisa-bisa nama baik grup Park tercoreng karena ini. Moonbyul sudah kehilangan kesabaran untuk membiarkan harga dirinya di injak-injak oleh Kyungsoo. Dia pun meraih ponsel Moonbyul cepat.

“Hey apa yang kau lakukan, kembalikan ponselku!” Kyungsoo berusaha merebut kembali ponselnya dan sebelum ia mendapatkan ponsel tersebut, dengan cepat Moonbyul memasukkan ponselnya ke dalam gelas berisi lemon tea pesanan dia sendiri.

“Selamat menikmati Tuan Do Kyungsoo, nikmati ponsel mu” Moonbyul menyeringai penuh kemenangan.

“Bagus Moonbyul, kau membuat si lemon aneh itu menutup mulutnya” batin Moonbyul senang.

“PARK MOONBYUL!!! BERANINYA KAU!!” pekik Kyungsoo sukses membuat seluruh pengunjung mengalihkan perhatiannya kearah mereka berdua.

“Wow ada singa marah, sebaiknya kau pergi sebelum dimakannya” Moonbyul kembali menyeringai pada Kyungsoo.

“KAU ADALAH PELAYAN MENJIJIKKAN PARK MOONBYUL!!” Kyungsoo berkata dengan penekanan dan sinis.

“Ada apa disini kenapa ribut sekali” seru Ravi tiba-tiba muncul dari dalam kantornya ketika menyadari terjadi keributan di restoran.

“Apa kau tidak bisa mendidik pegawaimu tuan? Lihatlah perbuatannya, apa dia pantas bekerja di tempat  ini?” tutur Kyungsoo seraya menunjuk ke arah gelas berisi ponselnya.

Sejenak Ravi terperanga hdengan pemandangan di meja Kyungsoo, Ravi menatap Moonbyul seakan berkata “apa yang kau lakukan Park Moonbyul?”

“Bos, tapi orang ini yang memulai duluan, dia…” belum selesai Moonbyul menyelesaikan pembelaannya, Ravi menyela ucapannya dengan meminta maaf pada Kyungsoo

“Maafkan perbuatan pegawai kami tuan, kami janji akan mengganti kerugian ponsel anda” jelas Ravi seraya membungkuk.

“Aku tidak butuh ganti rugi tuan, aku hanya ingin dia dipecat sekarang juga!!” jawab Kyungsoo sinis.

Mwo?? Apa-apaan kau Do Kyungspp, apa kau gila hah!” pekik Moonbyul tak percaya jika Kyungsoo akan selicik itu padanya.

“Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan pegawai saya”Ravi kembali meminta maaf dan mencoba mengambil ponsel Kyungsoo yang tercelup. Kyungsoo meraih ponsel itu dan pergi dari restoran.

Ravi kembali ke ruangannya diikuti pula dengan Moonbyul, berharap jika ucapan Kyungsoo tidak benar-benar di iyakan.

“Bos,,,” panggil Moonbyul lirih. Ravi berbalik dan menatap Moonbyul penuh kemarahan,

“Apa kau tak dengar dengan ucapan orang itu nona Park??” balas Ravi sengit.

Mwo?? Tapi bos, dia yang memulainya, dia menghinaku..” bela Moonbyul.

“Apapun masalah kalian, aku tidak peduli. Kesalahanmu terlalu fatal untuk tetap mempertahankanmu di tempat ini. Tak seharusnya seorang pelayan berlaku kasar pada pengunjung. kau juga seharusnya tahu dimana posisimu” Ravi meninggalkan Moonbyul begitu saja.

“Do Kyungsoo, kau benar-benar pembawa sial!!” Moonbyul berjalan ke kamar ganti untuk melepas semua atribut pelayan yang dikenakannya. Ini sungguh hari yang luar biasa, dihari pertama kerja dia harus bertemu musuh abadinya dan hari itu juga dia kehilangan pekerjaan. Jika saja Kyungsoo tidakmuncul di restoran ini, pasti kekacauan ini tidak akan terjadi. Moonbyul berjalan keluar restoran dengan wajah lesu. Apa yang harus dilakukannya saat ini, mencari pekerjaan lain? Sepertinya itu akan sulit mengingat kemarin hampir keseluruhan lapangan pekerjaan yng di temui oleh Moonbyul rata-rata membutuhkan tenaga seorang pria.

“Aakkhh.. terkutuk kau DO KYUNGSOO!!“ Moonbyul menendang kaleng bekas minuman soda ke sembarang arah. Dia tak peduli akan kemana kaleng bekas itu akan mendarat, yang pasti Moonbyul hanya ingin memperlihatkan pada kaleng bekas tanpa dosa itu betapa ia sangat membenci seorang Do Kyungsoo.

“Auugh.. sial kaleng siapa ini” terdengar dari kejauhan seseorang menggerutu kesakitan sebab sebuah kaleng mendarat tepat di atas kepalanya.

Omo” Moonbyul menutup mulut dan segera berbalik agar si korban tidak mengetahui  jika dialah yang menendang kaleng tersebut.

“Hey kau!!! Kaleng ini punyamu kan??” panggil seorang pria pada Moonbyul. Moonbyul tak menjawab dia hanya menggigit bibir bawahnya karena takut kena marah.

“Lain kali, buang kaleng bekasmu ke tong sampah bukan dikepala seseorang nona” ucap pria itu berdiri tepat di dibelakang Moonbyul.

“Maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud” Moonbyul membalikkan tubuhnya dan membungkuk minta maaf pada pria tersebut.

“Dasar wanita” dengus si pria itu sebelum berlalu pergi meninggalkan Moonbyul.

*****

“Kau..” pekik leo.

“Ini jalanku dan aku akan bertanggung jawab atas hidupku hyung” Ken meninggalkan rumah begitu saja, tanpa mobil. Ken hanya berlari, entah kemana kakinya akan membawanya lari. Ken begitu kacau saat sang kakak mengetahui aib yang selama ini di tutupnya rapat-rapat. Jujur saja ia ingin sekali marah pada Tuhan, kenapa Tuhan memberinya sebuah garis tangan yang membuatnya harus masuk ke dalam lembah hitam penyimpangan kodrat sepasang manusia. Marah pada Tuhan pun itu tidak ada gunanya lagi bagi Ken, toh dia menikmati saat-saat bersama kekasihnya Do Kyungsoo, pria yang dikenalnya setahun yang lalu. Seorang pria berwajah sangat manis dengan mata angel yang telah mengisi hatinya beberapa bulan terakhir. Awalnya Ken sangat sulit menerima penyimpangan dirinya itu, tapi bagaimana lagi, pesona seorang Do Kyungsoo mampu membuatnya mabuk dan berani menerobos garis pembatas gender yang telah ditetapkan Tuhan.

Ken menghentikan langkah cepatnya di sebuah taman dan menyandarkan kepalanya di sebuah pohon rindang dan itu cukup menenangkan pikirannya yang kacau balau.

“Apa hyung akan membenciku setelah ini?” desah Ken sambil menutup kedua matanya dan menikmati setiap hembusan angin yang menyapu permukaan wajah tampannya.

“Auugh.. sial kaleng siapa ini” gerutu Ken saat mendapati kaleng bekas sukses mendarat tepat diatas kepalanya. Ken segera bangkit dari duduknya dan mencari siapa pemilik kaleng itu. Dan ya hanya ada seorang gadis di tempat ini,

“Hey kau!!! Kaleng ini punyamu kan??” Ken yakin gadis itu pemilik kaleng bekas ini.

“Lain kali, buang kaleng bekasmu ke tong sampah bukan dikepala seseorang nona” ucap Ken sambil berdiri di belakang Moonbyul.

“Maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud” ya semua wanita pasti berkata seperti itu ketika melakukan kesalahan.

“Dasar wanita” Ken pergi meninggalkan Moonbyul dengan dihiasi wajah kusutnya.

******

Di tempat lain Kyungsoo sedang terlihat menemui seorang pria berwajah tampan disebuah tempat gym. Ia tak berniat untuk melakukan olahraga disana,  melainkan hanya ingin mendapat informasi dari pria tampan bernama Lee Hongbin itu.

“Hyung,” panggil Kyungsoo pada Hongbin, menyadari kehadiran Kyungsoo, Hongbin menoleh sambil tersenyum pada adik kecilnya.

Wae?? Tumben kau kemari” Hongbin menyeka keringat disekitar wajah dan lehernya.

“Bolehkah aku pinjam ponselmu, ponselku rusak,” jawab Kyungsoo menengadahkan tangan. Tanpa bertanya lebih lanjut untuk apa Kyungsoo meminjam ponselnya Hongbinpun menyerahkan cuma-cuma.

Kyungsoo mulai menekan deretan angka di ponsel Hongbin dan menempelkan ponsel tersebut tepat di telinganya. Tak butuh waktu lama untuknyamenunggu panggilan.

Yaebboseyo sajangnim” sapa Kyungsoo.

“……..”

“Apa kau sedang mencari putri kecilmu tuan?”

“…”

“Ya, aku melihat Park Moonbyul, dan kusarankan agar kau segera menjemputnya sebelum dia menjadi gelandangan di kota ini”

“…”

“Di Gwangju”

PIPP!! Kyungsoo menutup saluran telepon sambil menyeringai. Hongbin menatap wajah adik kecilnya itu dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Kau mengerikan Kyungsoo-ah~”

Gomawo hyung, aku pergi dulu, lanjutkan latihanmu” Kyungsoo pergi seraya melambaikan tangan pada Hongbin.

*****

Di kantor pusat perusahaan Park, terlihat seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan di usia hampir mendekati 50 tahun itu berjalan gagah menuju ruangannya dengan setelan jas rapi menempel di tubuhnya.

“Sekretaris Song, cepat panggil tuan Han  ke ruanganku” titah Park Jungmin yang merupakan ayah Moonbyul.

Sang sekretaris pun segera menuruti perintah tersebut dan tak beberapa lama muncullah Pria bermarga Han yang tadi di maksud Mr. Park.

“Cepat jemput Moonbyul di Gwangju sekarang juga, kau jangan terlalu lembut dengan gadis itu” perintah tuan Park.

“Baik Tuan” jawab tuan Han.

~TBC~

Iklan

4 pemikiran pada “Stupid Liar part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s