Stupid Liar Part 1

wpid-stupid-liar-poster-by-noranitas-jpg

Ulala readers, hola.. author balik lagi bawa FF^^…
sebelumnya FF ini sudah pernah di upload di salah satu page dengan cast L infinite dan Jiyeon T-ara,.. but dengan sedikit racikan bumbu, FF ini akan hadir berbeda tentunya, so lets cekidot yeah^^.. happy readers! dont be a silent readers yah~~

*cover by: noranitas artwork


Author             : Vixme

Title                : Stupid Liar part 1

Genre              : Family, Romance, Sedikit Berbau Yaoi (?)

Cast                 :

  • Park Moonbyul (Mamamoo)
  • Ken (VIXX)
  • Leo (VIXX)
  • Park Kyungri (9Muses)
  • D.O/ Do Kyungsoo (EXO)
  • Ravi (VIXX)
  • Cast bisa bertambah seiring FF berjalan

~Summary  “Perjodohan”~

Didunia ini tak ada satupun manusia yang ingin dunianya direnggut oleh sikap egois para orang tua. Yang ingin anaknya menikah dengan pilihan mereka bukan anaknya. Tentu saja setiap manusia memiliki hak untuk mengemukakan pendapatnya. Menolak apa yang tidak ia sukai dan menerima apa yang ia sukai. Sayangnya hidup tak semudah mulut para motivator yang dengan mudahnya mendoktrinkan “Hidup ini indah jika kita mampu menerima segala hal yang Tuhan berikan” itu hanyalah wacana omong kosong jika berbicara soal hati. Tak ada yang mau hatinya rela diredam hingga hancur lalu membiarkan sang waktu menyusunnya kembali hingga utuh. Tanpa tahu kapan benar-benar bisa utuh. Sama halnya dengan seorang gadis bernama Moonbyul. Dia tak ingin mengorbankan hatinya hanya demi bisnis berkedok perjodohan. Mendengar semua ciri-ciri sang calon suaminya itu, bulu kuduknya mulai berdiri. Benarkah orang tuanya tega menjodohkan anaknya dengan pak tua pemimpin perusahaan Haewon Corp.


“Cepat kemasi barang – barang mu jika kau masih ingin lari dari perjodohan itu” sahut Kyungri dengan nada gugup dari ujung telepon. Moonbyul mengangkat alis kanannya lantaran bingung dengan ucapan sang kakak barusan.

“Memangnya ada apa?” jawab Moonbyul santai.

“Kurasa orang suruhan appa akan segera menjemputmu, jadi cepat pergi dari tempat itu, akan ku tunggu di persimpangan jalan, Hati-hati!!” peringat Kyungri langsung menutup sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Moonbyul.

“Aku yang di jodohkan, kenapa dia yang heboh sekali?” gumam Moonbyul.

*****

“Moonbyul.. cepat!!” seru Kyungri melambaikan tangannya kearah Moonbyul yang telah menenteng sebuah tas berisi beberapa potong pakaian. Moonbyul langsung melesat masuk ke mobil. “Kau siap?”

Moonbyul hanya bisa pasrah dengan nasibnya setelah ini, entah kemana lagi Kyungri akan membawa adiknya itu lari. Sebenarnya Kyungri tidak tega melihat orang tuanya terus bersedih dengan kepergiaan Moonbyul namun ia lebih tidak tega lagi melihat adik kesayangannya masuk kedalam lubang yang sama sepertinya. Hidup berumah tangga dengan cara perjodohan. Dipaksa berdampingan dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai. Percaya atau tidak, yang namanya bisnis keluarga selalu punya maksud tertentu. Mereka selalu berkata, semua ini demi kebaikan anaknya. Namun yang terjadi hanya demi kebaikan bisnis mereka. Ini adalah barter paling menguntungkan pikir mereka.

“Kita mau kemana eonnie?” tanya Moonbyul yang merasa aneh dengan rute perjalanan mobil Kyungri yang sepertinya akan mengarah keperbatasan kota Seoul.

“Kota ini sudah tidak aman lagi untukmu, kurasa kau harus lebih jauh dari jangkauan appa dan orang – orang suruhannya” sesekali Kyungri menatap Moonbyul dengan senyuman getir. Inilah satu-satunya cara yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan masa depan Moonbyul.

“Tapi… “ secara mendadak, Kyungri menghentikan laju mobilnya hingga tubuh mereka berdua sedikit terpental kedepan. “Aku hanya ingin melindungimu, aku tidak ingin kau bernasib sama seperti ku, jadi inilah satu-satunya agar orang tua kita tidak bisa lagi bersikap sesuka hati mereka terhadap hidup anak mereka. Untuk kali ini ku mohon dengarkan kata-kataku” Kyungri menatap wajah Moonbyul nanar

“Jangan khawatir setiap 2 minggu sekali aku akan mengunjungimu, aku yakin kau bisa menjalani semua ini sendirian. Anggap saja ini shock terapi untuk menghilangkan sifat manjamu” Kyungri menggenggam tangan Moonbyul yang mulai bergetar.

“Kau boleh membenciku setelah ini, tapi ingatlah tak ada seorang kakak yang ingin adiknya masuk kedalam lubang yang sama sepertinya. Jadi, apa kita bisa melanjutkan perjalanan kita?” tanya Kyungri. Moonbyul mengangguk.

*****

“Jaga dirimu baik-baik, jika ada sesuatu cepat hubungi aku,aku akan segera datang” kata Kyungri bersiap melajukan kembali mobilnya setelah memastikan sang adik telah berada di tempat yang layak untuk dihuni. Sebuah apartement milik keluarga Song Ji Eun, teman semasa SMA Kyungri. Apartement yang sangat sederhana tanpa lift dan tanpa fasilitas mewah, tapi setidaknya itu cukup nyaman untuk dihuni oleh seorang gadis seperti Moonbyul.

“Hati – hati eonnie” Moonbyul melambaikan tangannya pada Kyungri. Moonbyul mendesah, inilah kenyataan yang harus diterimanya, hidup sederhana tanpa keluarga tanpa teman dan hanya dirinya seorang. Moonbyul pun berjalan masuk kedalam hunian barunya.

Moonbyul  merebahkan tubuhnya di sebuah ranjang usang dengan motif bunga yang sepertinya telah berusia cukup tua, bisa dilihat corak bedcover tersebut yang memudar. Moonbyul berusaha memejamkan kedua matanya  sekedar mengistirahatkan tubuh serta pikirannya yang sangat lelah dengan keadaan kucing-kucingan seperti ini. Andai saja Moonbyul punya kekasih mungkin rencana perjodohan ini setidaknya bisa dicegah, tapi pada kenyataannya Moonbyul tak memiliki kekasih yang bisa menyelamatkan hidupnya kali ini. Moonbyul terlalu kaku saat berhadapan dengan seorang pria. Di tambah sikap perfectionistnya yang menginginkan calon pendampingnya adalah seorang pria yang harus terlihat sempurna tanpa cacat apapun di mata Moonbyul dan Itulah alasan mengapa tak ada satu pun pria yang betah berlama-lama dengannya.

*****

“Hey bodoh bangunlah!! Kenapa kau selalu melalukan hal-hal bodoh, bocah tengik!!” seru pria bermata sipit itu pada seorang pria yang tengah mabuk bernama Ken.

Hyung..  kau disini rupanya, apa kau baru saja operasi mata?? Kemana mata sipitmu terlihat lebih besar??” Ken berkata dalam keadaan mabuk berat. Leo cuma menggelengkan kepala dan bersiap memboyong Ken untuk  pergi dari tempat mengerikan ini. Suara dentuman musik itu  sangat mengganggu  indera pendengaran Leo. Entah bagaimana bisa adiknya–Ken sangat menyukai tempat gila macam ini, hampir setiap malam ia akan berkunjung ke tempat ini hanya untuk bersenang-senang dengan beberapa botol vodca dengan ditemani wanita-wanita berpakaian minimalis. Sangat berbeda dengan sang kakak Jung Leo yang lebih menyukai ketenangan.

Hyung…” panggil seorang pria berwajah cantik dan cute berjalan mendekati mereka berdua.

Nugu?”selidik Leo seraya menatap pria cantik dihadapannya dengan tatapan aneh. Ini pertama kalinya Leo melihat sesosok pria berwajah cantik, lebih tepatnya pria di hadapannya kini bahkan lebih cantik dari para wanita penghibur di dalam klub. Benarkah di seorang wanita?? Tapi tubuh kurusnya itu  tidak mungkin milik seorang wanita, dadanya terlihat sangat rata.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu tuan, akan kau apakan namjachingu ku?”

Namjachingu??”seru Leo tidak percaya. Matanya terbelalak mendengar perkataan sang pria yang memiliki mata bulat nan indah ini. Bagaimana bisa pria cantik di hadapannya itu mengaku sebagai pacar Ken. “Apa mungkin adikku seorang Gay??” pikir Leo.

Baby, kau datang juga, kenapa lama sekali aku bosan menunggumu” gumam Ken yang menyadari keberadaan pria cantik itu.

Hyung, kau mabuk??” pria cantik itu mulai menyentuh pipi Ken yang telah merona merah akibat mabuk. Cepat-cepat Leo menepis jari-jari lentik pria cantik itu agar tidak sampai menyentuh pipi Ken.

“Jauhkan tanganmu dari adikku, apa-apaan kau!!” geram Leo.  Leo meraih tubuh Ken dan membawanya segera keluar sebelum indera pendengaran Leo rusak akibat tidak terbiasa dengan dentuman musik disko. Pria cantik itu hanya memandang punggung Leo yang membawa Ken dengan tatapan tidak suka.

“Cih, bagaimana bisa Ken memiliki hyung yang kasar seperti itu” dengus pria cantik itu kesal.

“Do Kyungsoo.. kenapa kau hanya berdiri saja disana!!”panggil seorang wanita paruh baya pada pria cantik—Do Kyungsoo itu, dan tak lama Kyungsoo menghampiri wanita paruh baya tersebut dengan senyum mengembang.

*****

“Baiklah Moonbyul, kau harus bisa hidup mandiri. Kau sekarang bukanlah tuan putri lagi” tutur Moonbyul memberi semangat pada dirinya. Moonbyul menatap pantulan wajahnya dicermin. Cantik, itulah satu-satunya hal yang pantas menggambarkan bagaimana Tuhan membuat sebuah karya ukiran di wajah Moonbyul. Gadis itu mulai merapikan setiap komponen yang melekat di tubuhnya pagi ini, inilah pertama kalinya Moonbyul bersiap untuk mencari pekerjaan di kota yang baru dikenalnya.

“Semoga berhasil, Fighting!!!!” kembali Moonbyul menyemati dirinya. Moonbyul berjalan keluar apartement dan berkeliling mencari pekerjaan,apapun itu yang penting harus cepat mendapat pekerjaan.

Setelah hampir seharian berkeliling mencari pekerjaan seorang Moonbyul pun akhirnya mendapat pekerjaan sebagai pelayan di sebuah restorant cepat saji . Moonbyul begitu kikuk saat dituntut berhadapan dengan pengunjung meskipun tugasnya hanyalah mencatat pesanan.

“Baiklah sebelum kau melayani pelanggan, kau harus menguasai tata cara membawa nampan dan meletakkan pesanan dengan penuh sopan, oh iya jangan lupa kau harus menguasai bagaimana cara menyajikan anggur bagi pengunjung” tutur sang manager restoran.

“Baik sajangnim aku akan berusaha,” sahut Moonbyul sambil membungkuk memberi hormat pada atasan pertamanya. Moonbyul dilatih langsung oleh sang manager bernama Ravi. Latihan 20 menit pertama, Ravi cukup sabar mengajari Moonbyul untuk membawa nampan dan menjaga keseimbangan apabila muatan nampan terlalu berat. 45 menit setelahnya kesabaran Ravi semakin teruji lantaran Moonbyul berulang kali ceroboh meletakkan pesanan di atas meja dan selalu saja menumpahkannya.

“Jika kau terus seperti ini bagaimana bisa kau bekerja” keluh Ravi sambil memijat kecil kepalanya.

“Maafkan aku, aku akan berusaha lebih baik” Moonbyul membungkuk pada Ravi. Tak lama terdengar sebuah suara seseorang membuka pintu ruangan manager. Muncullah pria bermata sipit dengan rambut hitam pekat melempar senyuman ke arah Ravi.

“Apa aku menggangumu Tuan Kim?” tanya si pria sipit itu. Ravi beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri pria sipit itu.

“Tentu saja tidak Leo, aku hanya sedang melatih pegawai baru” ekor mata Ravi melirik kearah Moonbyul, diikuti pula oleh pria sipit itu yang ternyata bos Ravi. Itu artinya dialah pemilik restoran ini, Jung Leo.

“Tapi dia itu bodoh, aku hampir kehilangan kesabaranku karenanya” bisik Ravi pada atasannya. Leo terkekeh mendengar ucapan Ravi barusan.

“Jadi kau pegawai baru disini??” tanya Leo pada Moonbyul.

“Ya tuan” balas Moonbyul sambil membungkuk pada Leo.

“Dia bilang kau bodoh, jadi berusahalah lebih baik agar pria ini tidak lagi memanggilmu bodoh” jelas Leo sembari tersenyum.

“Ah., ne aku akan berusaha lebih keras”

****

Pelatihan untuk Moonbyul hari ini berakhir sudah, sang rembulan tengah bersenang-senang bersama ribuan bintang di atas sana. Sepertinya mood bulan malam ini sangat baik terbukti dari pancaran sinarnya mampu menyinari jalanan kota meski penerangan lampu di jalan ini terlihat buruk. Kaki– kaki Moonbyul masih setia mengukir langkah demi langkah jalanan kota, ya meski ia sangat lelah tapi bagaimanapun ia harus tetap berjalan untuk segera pulang ke apartement sederhananya.

Sesampai di apartement, tanpa aba-aba Moonbyul melempar tubuh ringkihnya ke atas ranjang empuk, surga paling menyenangkan saat seluruh ototnya menegang. Tiba-tiba saja sebuah dering ringtone ponsel Moonbyul memecah keheningan apartement Moonbyul, dan lihatlah siapa yang menelpon, itu adalah sang eomma. Moonbyul sangat malas menerima panggilan tersebut.

Yebosseyo”balas Moonbyul malas.

“YAK!!! KAU DIMANA MOONBYUL… APA KAU MAU MATI HAH!! CEPAT PULANG ATAU EOMMA AKAN MENGHUKUM MU!!” teriakan eomma Moonbyul sukses membuat gadis itu menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Aku baik-baik saja eomma, jangan khawatirkan aku, Bye!!” Moonbyul langsung menutup saluran telepon dan mencopoti semua perangkat yang melekat di ponselnya,

Mianhe eomma, tapi aku tidak ingin menikah dengan ahjussi tua” kata moonbyul menyeringai.

*****

“Ken, mau kemana lagi kau??” tanya Leo pasang wajah paling garang pada adiknya itu.

“Haruskah aku menjawab?? Bukankah kau sudah tahu kemana aku akan pergi?” Ken mengenakan jaket hitamnya dan meraih kunci mobil yang tergantung di sudut pintu.

“Sejak kapan kau berubah jadi Gay?? Apa keluargamu mengajari untuk menjadi seorang Gay!!” Leo berkata penuh penekanan. Ken menghela nafas dalam, akhirnya aibnya terbongkar oleh sang kakak.

~TBC~

Iklan

3 pemikiran pada “Stupid Liar Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s