The End Part 2

10523114_888596537822546_182240209_n

Author: Vivin

Judul: The End part 2

Cast:   –    Cha Hakyeon

  •    Han Sanghyuk

  •    Kim Hyun mi

tada part 2 sudah keluar.. buat yang udah nungguin part 2 nie sudah author share… . selamat terkejut baca part ini..hihihi, jangan lupa kalau udah baca tinggalin jejak ya.. dont be silent readers guys oke oke???
Happy reading ya.>>>>>

#preview

Hyuk terdiam dari balik kaca mobilnya, menatap mereka nanar dengan rasa sakit yang jauh lebih sakit dibanding dengan pengkhianatan Hakyeon beberapa tahun yang lalu.

“Sekarang kau akan merebutnya kembali Hakyeon? Sahabat macam apa kau?” bisik Hyuk. Tangannya menggenggam setir semakin lama semakin erat, giginya mengerat, emosinya memuncak di ubunnya.

****

Hyuk menghela nafasnya panjang, mengaturnya tiap desahan. Emosinya yang memuncak ikut diaturnya. Setelah dirasa tarikan nafasnya dan emosinya berjalan normal, ia keluar dari mobilnya dan mendekati keduanya yang sedang bermesraan tepat didepan matanya.

“Kalian” begitulah yang diucapkan Hyuk. Suaranya santai tapi berhasil mengagetkan keduanya.

“Hyukii” panggil Hyun mi segan, wajahnya seketika memerah karena malu.

“Hyuk” panggil Hakyeon kemudian, wajahnya ikut memerah malu.

“Kenapa dengan muka kalian?” tanya Hyuk santai bahkan dia tersenyum simpul membuat keduanya tertegun tak percaya.

“Hyukii, aku” Hyun mi melangkah maju hendak menjelaskan keadaanya saat ini.

“Hyun mi.a~~ bagaimanapun Hyun miku hanya milik Hakyeon kan?” tanya Hyuk santai. Hyun mi terdiam dan tertunduk. Hatinya saat ini benar-benar sakit menahan malu.

“Hey, jangan begini” Hyuk mendekati Hyun mi, menyentuh pundaknya lembut. Yeojanya mengangkat wajahnya, ternyata dia menangis.

“Hyuki mianhae, aku menyakitimu kan?” tanyanya lemah.

“Aniya, kau tidak menyakitiku. Kau tidak bahagia bersamaku, kau lebih bahagia bersama hyung kan?” bola mata Hyun mi berputar dan mengarah pada Hakyeon.

“Hyuk, aku bisa menjelaskan..” Hakyeon buka suara tapi Hyuk menahannya.

“Aniya~ tidak ada yang bisa kau jelaskan” Hyuk berlalu begitu saja setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya. Hyun mi menggenggam erat tangan Hakyeon, melepaskan kesedihannya disana.

*****

1 minggu berlalu dan ketiganya memutuskan untuk ke pulau Jeju bersama untuk berlibur bersama. Ide berlibur ini adalah ide dari Hyuk. Jelas saja Hakyeon dan Hyun mi tidak menolak ajakan itu, mereka pikir ini adalah ide yang bagus setelah kejadian yang menyakitkan bagi Hyuk, keduanya merasa sangat bersalah pada Hyuk.

“Hyun mi.a~~ puas-puaskan saja kau bersama Hakyeon, aku tidak bisa menjamin kau akan bertemu dengannya lagi” seru Hyuk saat mengamati Hyun mi bermain pasir dengan Hakyeon. Wajah Hyuk yang imut kini tampang menyeramkan setelah dia tersenyum licik.

“Hyukkii palli!!!” Hyun mi berteriak memanggil Hyuk, dia melambai lambaikan tangannya dan tersenyum ceria padanya.

“Arasso” Hyuk melangkahkan kakinya santai dan menghapus raut wajahnya yang licik tadi, ia ubah seceria mungkin.

*****

Hyun mi menidurkan wajahnya tepat di meja kerja Hyuk, sesekali dia mengerlingkan mata nakalnya pada Hyuk. Sengaja, dia mengganggu Hyuk. Sudah hampir 5 menit Hyun mi menggoda Hyuk, tapi dia tidak menggubrisnya. Dia tetap sibuk dengan pekerjaannya. 15 menit berlalu dan Hyun mi tetap pada pendiriannya, mengganggu Hyuk. Akhirnya Hyuk luluh juga dan menoleh pada Hyun mi.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Hyuk dingin. Hyun mi tersenyum senang.

“Ini” Hyun mi menyodorkan sebuah amplop putih. Sebelah pojok kiri atas terdapat logo rumah sakit Inha.

“Apa ini?” tanya Hyuk curiga. Dahinya mengerut.

“Buka saja!” suruh Hyun mi.

Deg! Sebuah surat pemberitahuan dari rumah sakit yang menyatakan Hyun mi HAMIL.

“IGE MWOYA?” Hyuk melempar surat itu pada Hyun mi. Hyun mi terperanjat kaget.

“Hyuk jangan berteriak!” pinta Hyun mi dengan nada suaranya yang melemah, dia ketakutan.

“Apa yang ada di dalam pikiranmu Hyun mi? Kenapa kau begini lagi?” tanya Hyuk cemas.

“Hakyeon akan menikahiku secepatnya. Dia berjanji tidak akan meninggalkanku lagi. Dia juga mengatakan kalau dia merindukan anak kita, dan dulu dia tidak berniat untuk meninggalkanku. Dia punya alasan yang kuat kenapa dulu dia meninggalkanku, itu bukan kemauannya” Hyun mi sekuat tenaga memberi penjelasan pada Hyuk, pembelaan untuk Hakyeon.

“Apa dia mengatakan dengan jelas alasannya meninggalkanmu?” Hyuk menaikkan alisnya.

“Aniya, tapi aku percaya Hakyeon tidak akan sejahat itu meninggalkanku apalagi untuk kedua kalinya?” Hyun mi hampir menangis sekarang.

“Dengarkan aku Hyun mi! Hakyeon tidak serius padamu. Percayalah! Dia akan meninggalkanmu cepat atau lambat” Hyuk terus meyakinkan Hyun mi kalau kata-katanya benar.

“Tidak, Hakyeon sangat menyayangiku. Kau jangan berbohong Hyuk, aku membencimu”

“Hyun mi jeball! Hakyeon akan meninggalkanmu” Hyuk sudah meninggikan suaranya.

“ANIYA! Kau tahu aku sangat menyayanginya, kenapa kau begini Hyuki? Seharusnya kau mendukungku dan Hakyeon, AKU MEMBENCIMU” Hyun mi berteriak tepat di depan Hyuk. PLAK! Hyuk menampar Hyun mi dengan keras.

“Hyukii, kau tidak berhak menamparku seperti ini” Hyun mi mengelos dan pergi dengan tangisan seraya memegangi pipinya yang panas akibat ditampar oleh Hyuk. Hyuk seketika terduduk, mengacak rambutnya dan melonggarkan dasinya. Ingin rasanya dia membanting apapun yang ada di depannya tapi tidak dilakukannya, dia hanya diam dan mengatur nafas dan emosinya.

*****

Hakyeon sibuk dengan laporan kesehatan yang menumpuk di mejanya. Satu persatu dibukanya dan dipelajari seteliti mungkin. Beberapa diantaranya adalah laporan kesehatan pasien yang baru dioperasinya sudah mengalami kemajuan kesehatan. Hakyeon sebagai dokter spesialis penyakit dalam akhir-akhir ini banyak dikunjungi pasien karena analisis medisnya yang tepat dan banyak memberi kemajuan kesehatan pada pasien. Banyak menyembuhkan orang, tapi dia tidak pernah sempat menyembuhkan dirinya sendiri. Kanker otak, sudah lama dia mengidap penyakit ganas itu. Tidak ada yang mengetahui penyakit tersebut termasuk Hyun mi, hanya Hyuk yang mengetahuinya. Disaat sedang sibuk dengan pekerjaannya, Hyuk datang menemui Hakyeon. Saat memasuki ruang kerjanya, seorang suster membuntuti Hyuk.

“Maaf dokter, bapak ini memaksa masuk, padahal saya sudah mengatakan kalau anda belum bisa ditemui” suster ini membungkukkan badannya berkali kali. Wajahnya cemas takut Hakyeon memarahinya.

“Gweanchana, dia tamuku” Hakyeon tersenyum pada sang suster dan memberi tanda agar ia segera meninggalkan Hyuk dan Hakyeon berdua.

“Hyukii, ada apa? Kenapa kau tiba-tiba datang…” perkataan Hakyeon terpotong karena Hyuk sudah mengeluarkan suaranya untuk memotong pertanyaan Hakyeon.

“Hyung, em ah aniya Hakyeon.a~~, sekarang kau berulah lagi? Kau tidak usah terkejut karena aku langsung memanggil namamu? Buat apa aku menyebut Hyung? Karena tidak ada alasanku lagi untuk menghormatimu. Percuma kau mengenakan jas putih dan menyandang sebutan seorang dokter yang ternama dan terbaik Seoul tapi kelakuanmu tidak lebih baik dari seekor anjing” cerca Hyuk sinis.

“Hyuki, aku….” Hakyeon melangkahkan kakinya, mencoba mendekati Hyuk dan menjelaskan duduk perkaranya. Hakyeon yakin Hyuk berkata-kata panas seperti ini karena dia sudah tahu kalau Hyun mi hamil lagi.

“Kau benar-benar bajingan Hakyeon” umpat Hyuk pedas. Hakyeon diam di tempatnya. Dia merasakan dadanya sesak dengan perkataan Hyuk tadi. Tangannya mengepal keras, seakan akan dia siap memukul Hyuk. Giginya mengerat menahan emosinya.

“Kau yang bajingan, kau membuatku buruk di mata Hyun mi. Syukur dia masih bisa kembali padaku. Selama hampir 6 tahun aku menyimpan rasa bersalah karena sudah meninggalkannya sendiri dan ini semua karena kau” Hakyeon menunjuk Hyuk dengan tangannya yang sedikit gemetar karena emosinya yang meluap luap ia tahan. Matanya menatap tajam Hyuk yang tetap berdiri dengan santai.

“Setidaknya kau mendapatkan balasan yang setimpal kan dariku? Ibumu sembuh dari penyakitnya karena keluargaku kan? Kalau tidak ibumu sekarang sudah dimakan cacing dan belatung. Seharusnya kau berterima kasih pada keluargaku, kau kaya dan menjadi dokter muda berbakat itu semua karena keluargaku. Aku hanya memintamu untuk meninggalkan Hyun mi, bukankah itu permintaan yang amat sangat mudah?” Hyuk tersenyum sinis. Sorot matanya berubah dan terlihat sama saat ia memberi pilihan malam itu.

#Flashback.

“Keluargaku akan membiayai semua biaya operasi ibumu dan kau bisa berangkat ke Jerman untuk kuliah kodekteran. Bukankah impianmu dari kecil menjadi dokter agar bisa mengobati orang yang berpenyakitan sepertimu dan ibumu? Sebagai balasannya, aku tidak akan meminta uangmu atau hartamu, aku hanya minta kau meninggalkan Hyun mi. Mudah kan? Tinggal kau pilih ibumu atau Hyun mi?” Hyuk menatap tajam pada Hakyeon yang tertunduk kebingungan dengan dua pilihan tersebut. Pilihan yang amat sangat sulit. Sebenarnya tidak masalah jika dia tidak kuliah kedokteran, tapi ibunya? Ibunya mengidap penyakit kanker rahim dan harus segera dioperasi. Hakyeon hanya anak dari orang biasa, berbeda dengan Hyuk yang memang dilahirkan dari keluarga kaya. Keduanya bertemu di bangku sekolah, lama bersahabat dan ternyata persahabatan mereka harus hancur gara-gara seorang wanita. Hyuk berubah menjadi arogan dan keji hanya karena seorang wanita.

“Tapi aku akan menikah dengan Hyun mi? Dia sedang mengandung anakku? Jeball, aku tidak akan tega meninggalkannya, Hyun mi akan membutuhkanku” bujuk Hakyeon lemah. Binar matanya meredup. Tangannya menarik baju Hyuk, memohon padanya.

“Gugurkan saja anaknya, dengan begitu kau tidak punya tanggungan lagi kan dengan Hyun mi. Kalau kau tidak tega menggugurkannya, aku yang akan menggugurkannya, dengan begitu kau tidak punya alasan kuat untuk menikahinya” Hyuk tersenyum kecut.

“KAU GILA?” Hakyeon mendorong Hyuk keras. Badan jangkung Hyuk langsung tersungkur, tapi ia kembali bangun dengan tenang.

“Iya aku gila. Hyuk sekarang gila karena kau sudah merebut Hyun miku. Kau adalah sahabat terbusuk yang aku punya. Aku tidak akan berbuat seperti ini kalau kau tidak merebut Hyun mi. Apa kau tahu berapa tahun aku menyukai Hyun mi dan menunggu untuk menyatakan cinta padanya? Tapi apa? Tanpa merasa berdosa sedikitpun kau merebutnya dan akan menikahinya, bahkan sekarang dia sedang mengandung anakmu, dimana otakmu hey Cha Hakyeon?” Hyuk membelalakkan matanya, meluapkan amarahnya.

“Hyuki aku minta maaf, aku mohon. Aku benar-benar menyayangi Hyun mi. Bahkan walaupun dia tidak hamil anakku, aku memang berniat untuk menikahinya. Tapi karena kehamilannya aku harus mempercepat pernikahan ini” Buk! Hyuk melayangkan kepalan tangannya di pipi Hakyeon. Namja ini langsung jatuh kelimpungan dengan darah segar keluar dari sudut bibirnya.

“MUNAFIK. Kau hanya memanfaatkan Hyun mi. Pukulan tadi adalah bayaran karena kau sudah merebut Hyun mi, sekarang tinggalkan Hyun mi atau ibumu akan mati karena penyakitnya!”

“Tapi jika aku memilih meninggalkan Hyun mi, aku mohon jaga Hyun mi dan anakku, itu permohananku” pinta Hakyeon memelas. Hyuk tidak menjawab permintaan Hakyeon, dia membalikkan badannya dan berlalu begitu saja. Hakyeon masih belum bangkit dari posisinya. Sesekali ia meringis karena luka dari sudut bibirnya.

#Flashback end

*****

“Tapi kau melanggar janji Hyuki, permohonan terakhirku adalah kau menjaga Hyun mi dan anakku, tapi apa yang terjadi? Hah??” Amarah Hakyeon sudah tidak tertahan. Apalagi ketika ia mengingat saat Hyuk mengabari sudah berhasil membuat Hyun mi keguguran.

“Hello, aku hanya membuatnya sedikit terjatuh dari tangga. Eh dia keguguran” Hyuk tertawa bahagia mengingat kejadian waktu itu.

“Kau menipuku Hyuk, kau benar-benar merencanakan segalanya. Kau membuatku terkesan ingin menikahi Hyun mi karena dia sudah mengandung anakku, dan ketika dia keguguran aku meninggalkannya lalu membatalkan pernikahan. Kenyataannya keberangkatanku memang kau rancang sesudah kau membuat Hyun mi keguguran. Selama aku di Jerman kau juga menghalangiku untuk menghubungi Hyun mi. KAU KEJAM Hyuk!” deru nafas Hakyeon memburu seiring dengan emosinya yang terus memburu.

“Aku tidak akan berbuat kejam sebelum kau berbuat kejam terlebih dahulu padaku. Kau juga melanggar janjimu. Katanya kau akan meninggalkan Hyun mi, tapi kau malah kembali dan merebut dia dariku. Sekarang, Hyun mi hamil kembali. Hebat sekali” balas Hyuk santai. Malah sekarang dia bertepuk tangan seakan merayakan kehebatan Hakyeon.

#Flashback

Hyun mi jatuh terjerembab dari tangga, seketika dari selangkangannya darah mengalir deras. Hyuk yang bersamanya segera membawanya kerumah sakit. Sejak awal Hyuk memang merencanakan agar anak itu mati dan tidak pernah hidup, karena itu anak Hakyeon, sahabat yang mengkhianatinya. Pernyataan dari dokter yaitu…

“Ada pendarahan hebat dari dalam rahimnya, dia harus kehilangan anaknya” ujar dokter. Hyuk yang mendengarnya hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu. Ternyata apa? Semuanya hanya akting belaka seorang Hyuk. Dibalik tundukan wajahnya, ia tersenyum bahagia karena sudah berhasil menghilangkan anak Hakyeon.

“Aku tidak akan rela, wanita yang kucintai mengandung anak dari seorang pengkhianat sepertimu Hakyeon” ujar Hyuk bahagia.

#Flashback end.

“Bajingan kau” Emosi Hakyeon benar-benar tidak tertahan, dihampirinya Hyuk dan cukup satu bogem mentah berhasil membuatnya jatuh tersungkur. Hyuk tidak melawan, dia hanya tersenyum kecut.

“Kalau kau tidak ingin anakmu mati untuk kedua kalinya, cepat tinggalkan Hyun mi! Gampang kan?” Cuih. Hyuk meludahkan darah yang memasuki mulutnya, pahit.

“Heh diam kau, aku tidak akan meninggalkan Hyun mi untuk kedua kalinya. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi dan aku tidak akan menuruti tawaran gilamu lagi” Hakyeon mendekati Hyuk yang masih terusngkur di lantai. Tanpa ragu Hakyeon mengangkat kerah bajunya, matanya penuh amarah.

“Sudahlah Hakyeon tidak perlu sok menjadi malaikat. Cepat atau lambat kau akan meninggalkan Hyun mi kan? Kau juga akan menyakitinya lagi. Lebih baik tinggalkan Hyun mi dan jangan pernah kembali lagi. Sejak awal Hyun mi memang hanya akan bahagia bersamaku, Tidak seperti laki-laki penyakitan sepertimu” Hyuk menghempaskan tangan Hakyeon yang mencengkarm kuat kerah bajunya.

“PERGII” Buk! Hakyeon melayangkan bogem mentah keduanya pada Hyuk. Sekarang lebih keras sehingga membuat Hyuk terpelanting jatuh. Tapi Hyuk tidak merasa kesakitan, dia hanya tersenyum simpul.

“Kau akan menyesal Hakyeon, aku bisa melakukan segala cara untuk mendapatkan Hyun mi kembali” begitu ucapannya diiringi senyum liciknya.

*****

Hakyeon berjalan terhuyung huyung menuju kamarnya. Kepalanya terasa berat, matanya juga ikut sulit dibuka. Seakan akan ada beribu ribu batu bertumpu di kakinya, sangat berat untuk dilangkahkan. Selama di Lift Hakyeon hanya bisa diam dan merapatkan dirinya di dinding lift. Tak ada seorangpun di lift karena sekarang sudah tengah malam. Sepertinya penyakit Hakyeon semakin hari bertambah parah, ditambah lagi sekarang ia berpikir keras tentang Hyun mi. Sakit kepalanya memang tidak tertahan, tapi ketika melihat Hyun mi meringkuk di depan apartementnya membuat sakit kepalanya hilang seketika. Hyun mi duduk dengan melipat kedua lututnya, wajahnya tertelungkup di anatar kedua lututnya.

“Hyun mi” Hakyeon berlari menghampiri yeojanya.

“Hakyeon” lirih Hyun mi mendengar suara Hakyeon. Seseorang yang ditunggunya. Dia menangis, matanya sembab.

“Wae geurae?” tanya Hakyeon cemas. Direngkuhnya wajah Hyun mi yang lusuh, dihapusnya air matanya.

“Hyukii, dia dia dia….” Hyun mi tidak sanggup meneruskan kata-katanya, yang dilakukannya hanya bisa menghambur dalam pelukan Hakyeon.

“Sudah~~” Hakyeon mengelus lembut rambut Hakyeon. Hatinya ikut sakit melihat Hyun mi menangis seperti ini. Andai benih itu tidak tumbuh lagi dalam rahim Hyun mi, dia pasti tidak akan tersakiti seperti ini. Andai takdir tidak mempertemukan mereka, pasti kejadian ini tidak akan menyakiti Hyun mi. Hati, waktu dan keadaan adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa ditebak akan memberikan kejutan dan perjalanan seperti ini. Semuanya sudah terjadi, tinggal bagaimana menyikapi keadaan ini dengan bijak, agar tidak menyakiti dan mengorbankan Hyun mi kembali.

*****

Isak tangis Hyun mi sudah mereda. Sekarang dia bersandar di bahu Hakyeon, duduk dengan tenang. Matanya tertutup rapat, tangannya yang kecil menggenggam Hakyeon erat. Sepertinya dia merasa tenang setelah melakukan itu. Hakyeon membiarkannya dalam posisi itu. Sementara itu Hakyeon hanya bisa memperhatikan lekuk wajahnya, sesekali Hakyeon mengusap pipinya. Dalam keadaan seperti ini banyak yang Hakyeon pikirkan, dan satu ada hal yang mengusiknya terus menerus yaitu tawaran Hyuk. Tawaran yang selalu membuatnya terpojok.

“Hakyeon.a~ kau tidak akan meninggalkanku lagi kan?” bisik Hyun mi. Perlahan matanya terbuka dan menatap Hakyeon. Tatapan memohon dengan sorotan matanya yang lemah.

“Aniyaaa” Hakyeon mengeratkan genggaman tangannya. Meyakinkan Hyun mi.

“Jeongmal?” tanya Hyun mi meyakinkan. Matanya berkaca kaca kali ini.

“Ne” Hakyeon tersenyum manis.

“Hakyeon.a~~, kau benar tidak akan meninggalkanku lagi? Janji?” Hyun mi mengulang pertanyaanya dengan binar mata yang membuat Hakyeon terenyuh. Gadisnya sekarang memohon padanya.

“Hyun mi.a~ aku tidak akan meninggalkanmu lagi, percayalah” Hakyeon kembali tersenyum dan meyakinkan Hyun mi akan perkataannya.

“Sudahlah lebih baik kau tidur” Hakyeon menarik selimut yang menutupi sebatas paha Hyun mi. Kemudian mengelus lembut rambut Hyun mi.

******

Hyun mi.a~~ hiduplah berbahagia. Jaga baik-baik anak kita! Jadikan dia seorang anak yang berbakti pada orang tuanya dan menjadi orang yang berguna, jangan jadikan dia seperti ayahnya yang tidak berguna ini” gumam Hakyeon tatkala memandangi fotonya dan Hyun mi.

To be Continued

Iklan

6 pemikiran pada “The End Part 2

  1. gilaaaa,, hyukie ternyata dia juga seorangpsychopat -_-
    au ah,,,alam2 aku stress hahahahahaa
    aduhh kan keptong lg? trs gmn ini? masa iya hakyeon mati? dihh ngenes amat sih ,,,,jgn dong T.T

  2. gyaaaaaa eonniiiii sekarang hyuk juga jadi psycopat?!
    eonni aku tarik kata2ku kemarin bukan N yang jahat, tapi Hyuk. hiiiiih hyuk gitu banget. tapi walau agak dimengerti kenapa hyuk sampai gitu. okay lagi2 eonni bikin aku penasaran walau gak seperempat mati kayak kemarin. lanjut eon, aku tunggu.okay? 😀

    • aku bener2 gak tega bikin anaknya orang seperempat mati penasaran..jadi dibikin slow dan kebuka semua part ini.. part selanjutnya bakal lebih slow kok…
      selamat menunggu next FFnya ^^

  3. Nyesel deh sempet bilang N tegaan, ngerasa bersalah kan jdinya, dan ini smua gara2 author yg pinter bikin orang salah sangka, author jjang ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s